Begini Tanggapan Rafiq : Mulai Insentif Nakes Tidak Dicairkan Hingga Pengunduran Direktur RSUD M Sani

oleh -
Bupati Karimun Aunur Rafiq ketika menyampaikan keterangan terkait keterlambatan insentif Covid-19 nakes RSUD M Sani hingga pengunduran diri Direktur RSUD M Sani Zulhadi.(Foto : Andre)

Karimun, Aurarakyat.com – Bupati Kabupaten Karimun, Kepuluan Riau Aunur Rafiq akhirnya menjelaskan terkait permasalahan insentif tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Muhammad Sani yang hingga sekarang tidak kunjung dicairkan. Ia mengatakan, dana “Insentif” Covid-19 bagi tenaga kesehatan di lingkungan RSUD M Sani tersebut telah lama tersedia, namun pihak rumah sakit hingga saat ini belum juga mencairkannya.

“Uang itu sebenarnya sudah tersedia, namun sekarang permasalahannya saat ini kenapa dari pihak rumah sakit tidak memproses dan tidak dicairkan,” jelasnya kepada awak media, Senin (4/1/2021).

Sedangkan, pengunduran diri Direktur RSUD M Sani Zulhadi. Dirinya, telah menunjuk langsung Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi untuk menjabat Plt Direktur RSUD M Sani guna dapat menyelesaikan permasalahan tersebut serta segera dapat memproses pencairan insentif bagi tenaga kesehatan (Nakes).

Sementara, saat disinggung mengenai pengunduran jabatan Direktur RSUD M Sani Zulhadi. Rafiq menyebutkan bahwa pengunduran tersebut atas kemauannya sendiri.

“Kalau masalah pengunduran itu, dirinya (Zulhadi-Red) mengatakan demi kelancaran dan kondusifitas di lingkungan rumah sakit dirinya sedia mengundurkan diri, tidak ada karena faktor lain,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.